Pengertian Permintaan Barang Dan Jasa

Pengertian Permintaan Barang Dan Jasa

Permintaan barang dan jasa dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya Setiap pembeli maupun penjual yang berada di pasar mempunyai anggapan bahwa barang yang diperjualbelikan mempunyai nilai dan guna. Begitu pula bila kamu menginginkan handphone, iPad, komputer dan kalkulator. Tentu saja kamu beranggapan barang-barang tersebut berguna buatmu. Dari barang-barang yang kamu perlukan untuk memenuhi kebutuhan mu itu tanpa kamu sadari telah menimbulkan permintaan akan barang-barang tersebut. Begitu pula halnya dengan permintaan terhadap jasa. Banyak kita jumpai misalnya permintaan atas jasa dokter, guru, jasa-jasa alat transpor dan sebagainya.

Pengertian Permintaan (Demand)

Permintaan masyarakat terhadap barang pada umumnya berbeda-beda,  itu timbul karena adanya kebutuhan seseorang terhadap barang tertentu. Dalam ilmu ekonomi  (Demand) adalah keseluruhan barang dan jasa yang ingin dibeli oleh konsumen. Barang yang dibeli tentunya pada berbagai macam tingkat harga.
Demand dapat digolongkan menjadi tiga yakni :

  • Effective Demand merupakan permintaan terhadap suatu barang dan jasa yang dikuti dengan kemampuan dalam membayar harga barang tersebut.
  • Absolute Demand adalah permintaan akan suatu barang dan jasa. Tetapi tidak diikuti dengan kemampuan dalam membayar harga barang tersebut.
  • Potential Demand adalah permintaan dengan kemampuan untuk membeli tetapi tidak/belum melakukann pembelian.

Hukum Permintaan

Ulasan di atas menyinggung sekilas bahwa ada beberapa faktor yang menentukan besarnya barang dan jasa yang diminta. Diantaranya adalah harga barang dan jasa itu sendiri, harga barang dan jasa lain, pendapatan, selera, dan jumlah penduduk. Namun demikian kita tidak dapat memahami pengaruh semua variabel tersebut sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Oleh karena itu untuk memudahkan analisis para ekonom biasanya memisahkan faktor-faktor tersebut dan menganalisanya secara terpisah.Jadi jika kita ingin menganalisis pengaruh perubahan harga terhadap permintaan. Maka faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi harga kita anggap tidak berubah atau konstan.
Dalam ilmu ekonomi, anggapan bahwa hal-hal lain lainnya konstan dinamakan cateris paribus. Jika kita telah memisahkan pengaruh faktor-faktor lainnya seperti itu haruslah kita dapat menganalisis pengaruh yang ditimbulkan oleh harga secara jelas. Mari kita ambil contoh sebagai berikut Ana membeli 5 kg buah jeruk. Padahal semua semula Ia hanya berniat untuk membeli 2 kg saja. Tetapi karena di toko buah segar sedang ada bulan promosi dengan menurunkan harga jeruk.  Maka Ia memutuskan membeli 5 kg, sebelumnya Ia juga berniat membeli 5 kg buah apel. Namun Harga apel ternyata naik sehingga ia terpaksa hanya membeli 2 kg saja. Ana pun terpaksa mengurungkan niatnya untuk membeli buah durian kesukaannya Karena harganya sudah naik sangat tinggi. Dari ilustrasi tersebut kita ketahui bahwa harga memainkan peran penting dalam mempengaruhi kuantitas yang diminta.
Semakin tinggi harga maka semakin rendah jumlah yang diminta. Sebaliknya semakin rendah harga suatu barang dan jasa semakin banyak jumlah barang yang diminta. Terlihat bahwa ada hubungan terbalik antara tingkat harga dengan jumlah barang dan jasa yang diminta. Fenomena ini pada intinya merupakan isi dari hukum permintaan. Hukum tersebut, yang berbunyi “Jika harga suatu barang dan jasa meningkat maka kuantitas yang diminta akan menurun. Dan Sebaliknya apabila harga suatu barang dan jasa menurun maka kuantitas yang diminta akan meningkat. Tentunya bila keadaan yang lain Cateris Paribus”. Sederhananya bahwa hukum Permintaan merupakan kebalikan dari hukum Penawaran.

Kurva Permintaan

Definisi yang terkandung dalam hukum permintaan di atas akan lebih jelas kita pahami. Jika kita mengilustrasikan ke dalam sebuah tabel dan demand kurva. Namun sebelumnya kita perlu memahami terlebih dahulu pengertian dari istilah berikut. Yakni kuantitas yang diminta (quantity demanded), demand schedule dan demand kurva.
kuantitas yang diminta mengacu kepada kuantitas barang dan jasa yang ingin dibeli konsumen pada tingkat harga dan waktu tertentu. Tentunya dalam keadaan cateris paribus. Sebagai contoh misalkan 10 ton jeruk terjual setiap bulan di kota A pada harga harga Rp5.000 per kg. Kuantitas sebesar 10 ton tersebut merupakan jeruk yang diminta perbulan pada harga Rp5.000. Jika harga jeruk naik menjadi Rp7.000 kita memperkirakan bahwa kuantitas yang diminta akan berkurang. Sebaliknya jika harga jeruk turun menjadi Rp3.000 pembelian jeruk oleh konsumen kota A akan meningkat.

Tabel Permintaan

Tabel permintaan adalah tabel yang menunjukkan kuantitas barang dan jasa yang diminta selama periode waktu tertentu pada berbagai tingkat harga. Dengan asumsi faktor-faktor lain bersifat konstan. Informasi yang disajikan dalam tabel tersebut berikutnya dapat digambarkan dalam bentuk demand kurva. Dengan demikian demand kurva merupakan penyajian tabel permintaan secara grafis.

KURVA PERMINTAAN

Pada tabel di atas di berikan contoh kuantitas permintaan terhadap jeruk selama satu bulan. Pada harga antara Rp1.000 dan Rp5.000 per kilogram. Sedangkan gambar memperlihatkan dalam sebuah demand kurva. Tabel ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi harga jeruk maka semakin rendah kuantitas jeruk yang diminta oleh Ana. Sebaliknya Semakin rendah harga jeruk semakin banyak kuantitas jeruk yang diminta oleh Ana.
Tabel permintaan Ana terhadap jeruk selama satu bulan digambarkan dalam demand kurva. terhadap jeruk selama satu bulan. Pada demand kurva memperlihatkan kombinasi harga dan kuantitas yang diminta oleh Ana. Perhatikan bahwa demand kurva terhadap jeruk memiliki kemiringan negatif yaitu bergerak dari kiri atas ke kanan bawah.
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa kuantitas jeruk yang diminta akan semakin banyak. Jika harga turun sebaliknya kuantitas jeruk yang diminta semakin sedikit, Jika harga semakin tinggi.  Jika tabel ini digambarkan dalam kurva bentuknya akan terlihat seperti pada gambar di atas.
Setiap titik pada demand kurva. memperlihatkan kombinasi harga dan kuantitas yang diminta oleh Ana. Perhatikan bahwa kurva yang diminta Ana terhadap jeruk memiliki kemiringan negatif. Yaitu bergerak dari kiri atas kekanan bawah, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Mula-mula garis vertikal dari bawah ke atas yang disebut dengan sumbu y (sumbu harga) atau ordinat.
  • Tarik garis horizontal yang disebut absis atau sumbu x ( sumbu kuantitas).
  • Tentukan titik potong : antara harga dengan kuantitas yang diminta, 10 kg dengan harga Rp5.000 yaitu A dan antara 20 kg dengan 4000 yaitu titik B.
  • Titik- titik tersebut dihubungkan oleh sebuah garis.
  • Garis itulah yang disebut dengan demand kurva

Pergeseran demand curve

Seperti telah di singgung sebelumnya permintaan atas barang dan jasa tidak saja dipengaruhi oleh harga. Ada banyak faktor lain yang juga dapat mempengaruhi kuantitas  barang dan jasa yang diminta. Diantaranya adalah barang barang pengganti atau substitusi, pendapatan, jumlah penduduk dan selera. Pengaruh yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor itu terhadap permintaan adalah bergesernya demand kurva ke kanan atau ke kiri. Contohnya suatu ketika terjadi peningkatan kuantitas jeruk yang diminta padahal harga jeruk tetap. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh meningkatnya pendapatan dan meningkatnya jumlah penduduk. Termasuk meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa jeruk merupakan sumber vitamin yang baik. Perubahan tersebut akan menghasilkan sebuah demand kurva baru.
 
PENINGKATAN PERMINTAAN
demand curve
PENURUNAN PERMINTAAN
demand curve

Gambar diatas memperlihatkan pergeseran demand kurva, jeruk akibat perubahan faktor-faktor tadi. Kita lihat bahwa pada setiap penurunan tingkat harga kuantitas jeruk yang diminta menjadi lebih besar. demand curve awal, D1 bergeser menjadi, D2 . Contohnya, pada harga Rp6.000 /kg , kuantitas jeruk yang diminta meningkat dari 50 kg (titik A) menjadi 70 kg (titik A’).
Permintaan jeruk bisa juga mengalami penurunan meskipun harganya tetap hal ini. Misalnya diakibatkan oleh menurunnya pendapatan, menurunnya kesadaran masyarakat. Bahwa jeruk sangat baik bagi kesehatan atau penurunan jumlah penduduk. jika hal ini terjadi situasinya digambarkan di atas. Terlihat bahwa demand kurva bergeser ke kiri yaitu dari D1 ke D2. Kuantitas jeruk yang diminta pada harga Rp6.000 per kg menurun menjadi 30 kilogram (titik A”). Yang awalnya adalah 50 kilogram (titik A).

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Barang dan Jasa

Berikut ini kita akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi barang dan jasa yang diminta dan menyebabkan demand kurva bergeser ke kiri atau ke kanan.

Harga Terhadap Barang yang Komplementer dan Barang Subtitusi

Ketika harga jeruk naik konsumen mungkin akan mengurangi atau bahkan menghentikan pembelian jeruk dan beralih ke apel. Oleh karena itu quantity demanded apel meningkat tajam meskipun harga apel tidak berubah. demand kurva apel akan bergeser ke kanan.  Jadi pada barang substitusi peningkatan harga satu barang akan mengakibatkan peningkatan permintaan barang lain yang menjadi substitusinya. Contoh lain Jika harga mentega meningkat permintaan terhadap roti mungkin menurun. Mentega dan roti adalah barang komplementer akibatnya kurva permintaan akan bergeser ke kiri. Jadi pada barang komplementer, peningkatan harga suatu barang akan menyebabkan penurunan permintaan barang yang menjadi komplemennya.

Jumlah Pendapatan

Ketika pendapatan meningkat konsumen cenderung meningkatkan konsumsi mereka terhadap berbagai barang dan jasa (demand curve ke kanan). Sebaliknya ketika pendapatan menurun konsumen cenderung menurunkan pembelanjaannya terhadap berbagai barang dan jasa (menggeser demand kurva ke kiri). Pendapatan yang meningkat juga secara tidak langsung menjadi faktor yang penting dalam pembangunan ekonomi.
Namun demikian ada barang dan jasa tertentu yang permintaannya justru menurun ketika pendapatan bertambah dan meningkat ketika pendapatan berkurang. Contohnya ketika pendapatan meningkat, keluarga Ana mungkin akan mengurangi konsumsi tempe. Dan lebih banyak mengkonsumsi daging (demand curve tempe keluarga Ana bergeser ke kiri). Ketika pendapatan meningkat barang-barang permintaannya menurun ketika pendapatan meningkat dinamakan barang barang inferior. Sementara itu barang barang yang permintaannya meningkat ketika pendapatan meningkat disebut barang normal.

Jumlah dan Kararteristik Penduduk

Jumlah Konsumen akan mempengaruhi kuantitas total barang dan jasa yang akan dikonsumsi. Oleh karena itu Semakin besar jumlah penduduk semakin besar pula permintaan terhadap barang dan jasa.
Selain jumlahnya struktur usia penduduk juga akan mempengaruhi pola permintaan terhadap barang dan jasa tertentu. Jika penduduk balita pada tahun ini meningkat maka permintaan terhadap barang barang dan jasa yang dibutuhkan balita akan meningkat. Contohnya permintaan terhadap jasa dokter anak, bubur bayi, susu dan pakaian balita. Urbanisasi dari berbagai daerah di kota-kota besar juga akan mempengaruhi permintaan terhadap barang dan jasa di kota-kota besar tersebut.

Perubahan Tradisi, Mode dan Selera Masyarakat.

Selera yang berubah dapat mengakibatkan perubahan permintaan. Sebelum atap genteng populer masyarakat masih banyak yang menggunakan atap seng. Namun pada saat ini masyarakat semakin menyenangi atap genteng akibatnya permintaan genteng naik sebaliknya permintaan atap seng menurun. Contoh perubahan selera adalah semakin disenanginya makanan cepat saji (fast food). Saat ini dapat dikatakan bahwa hampir tidak ada orang yang tidak mengenal McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, Pizza Hut dan sebagainya. Contoh lain ketika model berpakaian ala artis Korea mulai digandrungi. Maka para remaja seolah berlomba-lomba memakai baju yang banyak digunakan di kalangan artis artis Korea.

Harapan dan Ekspektasi Masyarakat

Permintaan akan barang dan jasa juga banyak dipengaruhi oleh adanya harapan dan ekspetasi masyarakat. Umpamanya jika ada barang yang diprediksikan akan mengalami kenaikan harga pada masa mendatang. Maka memungkinkan barang tersebut banyak diminta bahkan ada yang menimbunnya. Seperti harga BBM yang akan naik maka sebelum harga BBM naik. BBM tersebut banyak yang laku atau banyak diminta oleh masyarakat.

2 thoughts on “Pengertian Permintaan Barang Dan Jasa”

Leave a Comment

Open chat